banner 350x1050
banner 350x1050

Hadirkan SIMPATI, SMP negeri 7 Kota Bengkulu perkuat pengawasan disiplin dan kehadiran siswa berbasis digital

Katakritis.info, Bengkulu – Era digital mendorong dunia pendidikan untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih cepat, efektif, dan akurat. Menjawab tantangan tersebut, SMP Negeri 7 Kota Bengkulu memperkenalkan SIMPATI (Sistem Monitoring Poin dan Absensi Terintegrasi), sebuah inovasi berbasis web yang menggabungkan pengelolaan absensi dan pencatatan poin pelanggaran siswa dalam satu sistem terpadu.

Kehadiran SIMPATI menjadi langkah strategis sekolah dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih modern. Seluruh informasi mengenai kehadiran dan kedisiplinan peserta didik kini terdokumentasi secara digital sehingga dapat dipantau dengan lebih mudah oleh pihak sekolah maupun orang tua.

Sebelum sistem ini diterapkan, proses administrasi masih bergantung pada pencatatan manual. Selain membutuhkan waktu yang relatif lama, metode tersebut juga menyulitkan guru ketika harus menelusuri riwayat absensi maupun pelanggaran siswa. Tidak jarang, proses rekapitulasi data memerlukan pekerjaan tambahan yang mengurangi efisiensi waktu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Melalui SIMPATI, berbagai proses administrasi tersebut kini dapat dilakukan secara lebih praktis. Guru cukup melakukan pencatatan melalui aplikasi, sementara data secara otomatis tersimpan dalam basis data terpusat yang dapat diakses sesuai hak pengguna. Sistem ini memberikan kemudahan bagi wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, kepala sekolah, hingga orang tua dalam memperoleh informasi perkembangan peserta didik secara cepat.

Kepala SMP Negeri 7 Kota Bengkulu, Fairuz Zamani, S.Si., mengatakan bahwa pengembangan SIMPATI merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang mengikuti perkembangan teknologi informasi.

“Kami ingin teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kebutuhan sekolah. SIMPATI tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga membantu guru melakukan pembinaan berdasarkan data yang akurat. Orang tua pun dapat mengetahui kondisi kehadiran dan kedisiplinan anaknya tanpa harus menunggu laporan berkala dari sekolah,” ujarnya.

Menurut Fairuz, penerapan sistem digital akan semakin memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga. Informasi yang tersaji secara cepat memungkinkan setiap permasalahan kedisiplinan memperoleh penanganan lebih awal sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Pengembangan SIMPATI dilakukan melalui serangkaian tahapan yang dimulai dari analisis kebutuhan sekolah, penyusunan desain aplikasi, pembangunan sistem, uji coba terbatas, evaluasi, hingga penyempurnaan berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Setelah melalui proses tersebut, aplikasi kemudian diimplementasikan di seluruh kelas dengan didukung kegiatan pelatihan bagi guru serta sosialisasi kepada orang tua siswa.

Salah satu fitur unggulan SIMPATI adalah sistem notifikasi yang memungkinkan informasi mengenai ketidakhadiran maupun pelanggaran tata tertib diterima dengan lebih cepat. Fitur ini membantu sekolah mengambil langkah pembinaan secara tepat waktu sekaligus meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendampingi perkembangan karakter anak.

Lebih dari sekadar aplikasi administrasi, SIMPATI dirancang sebagai media pendukung pembentukan karakter peserta didik. Sekolah berharap budaya disiplin dapat tumbuh melalui pengawasan yang objektif, transparan, dan berbasis data.

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter peserta didik. Karena itu, kami berharap SIMPATI menjadi bagian dari budaya sekolah yang mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua,” tambah Fairuz.

Implementasi SIMPATI menjadi bukti nyata bahwa inovasi digital dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan sekolah. Dengan sistem yang lebih efektif, efisien, dan transparan, SMP Negeri 7 Kota Bengkulu optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang semakin kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Pewarta FR

banner 728x250