Katakritis.info, Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, menghadiri talkshow nasional sekaligus peluncuran dua buku karya Dr. Anggawira yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang membahas arah kebijakan persaingan usaha, penguatan koperasi, serta peran negara dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan, khususnya di tengah tantangan ekonomi global.

Kegiatan ini menandai peluncuran dua buku berjudul Di Balik Layar Persaingan Usaha: Praktik dan Penegakan di Indonesia serta Negara, Pasar, dan Keberanian Memilih: Esai-Esai Kebijakan dari Tengah Pusaran Krisis Global.
Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha nasional.
Talkshow menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber dan tamu kehormatan, di antaranya Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa, serta para akademisi dan pimpinan organisasi strategis lainnya.
Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pengusaha daerah, khususnya dalam memahami arah kebijakan persaingan usaha, penguatan koperasi, serta peran negara dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
“Forum ini memberikan perspektif yang komprehensif, tidak hanya soal persaingan usaha, tetapi juga penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional. Ini sangat relevan bagi pengusaha muda di daerah, termasuk Bengkulu,” ujar Yosia Yodan usai acara.
Menurutnya, gagasan dan pemikiran yang dituangkan Dr. Anggawira dalam kedua buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi HIPMI di daerah dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 16.30 WIB ini juga menjadi ajang silaturahmi serta pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola persaingan usaha dan penguatan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.







