banner 350x1050
banner 350x1050

Potensi Kelautan Bengkulu

Syaiful Anwar.AB
Pemerhati sosial dan Ekonomi Bengkulu

Propinsi Bengkulu terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera, Provinsi Bengkulu kaya akan hasil laut, perkebunan, rempah-rempah, dan hasil tambang. Daerah ini juga terkenal sebagai salah satu tempat bertumbuhnya tanaman endemik Rafflesia Arnoldi dan bumi terajutnya bendera pusaka Merah Putih, dan saat ini tagline yang ke depankan adalah bumi merah putih.

Bengkulu adalah sebuah Provinsi yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera, Indonesia dengan ibu kota di Kota Bengkulu. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk provinsi ini sebanyak 2.115.024 jiwa, dengan kepadatan 105 jiwa/km².

Perairan Indonesia kaya akan sumber daya alam kelautan, termasuk ikan, udang, kerang, rumput laut, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam penangkapan ikan dan budidaya perikanan, yang menjadi sumber penting bagi perekonomian negara ini. Selain itu Propinsi Bengkulu terbentang sepanjang kurang lebih 650 kilo meter adalah pantai. Pantai Bengkulu mengandung potensi seperti Masih banyak destinasi indah di daerah Bengkulu, antara lain Pulau Tikus, Pantai Tapak Padri, Pantai Pasir Putih di dekat Pelabuhan Samudra Pulau Baai, dan Danau Dendam Tak Sudah. Pantai daerah selatan yaitu Linau Kaur menyimpan pantai yang indah. Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat menikmati wisata sejarah dan budaya .

Selama ini, kawasan pesisir masih dianggap sebelah mata, namun pada era Heli Hasan kelautan dan pantai ingin di kedepankan. Bentuknya adalah memasukkan program pengembangan kelautan dan pesisir dalam RPJMD lima tahun ke depan. Kenapa pilihannya mengembangkan potensi kelautan dan pesisir? Rata-rata masyarakat di Provinsi Bengkulu memang masih mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Kondisi geografis dan alam di Provinsi Bengkulu pun semakin mendukung kegiatan pertanian bagi masyarakat. Selama ini, pertanian masih fokus pada daratan, tetapi sekarang daratan semakin sempit dan daya dukung makin lama makin berkurang. Oleh karena itu sektor kelautan mau tidak mau harus dikembangkan, karena masyarakat Propinsi Bengkulu banyak yang bertempat tinggal di kawasan pesisir!

Ketergantungan ekonomi masyarakat pesisir pada laut membuat mereka lebih rentan terhadap perubahan iklim karena baik sektor perikanan maupun pariwisata dapat terkena dampak langsung dari kenaikan muka air laut dan kerusakan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, program pengembangan masyarakat pesisir harus double tract. Artinya, pantai, laut dan daratan harus terintegrasi dalam kebijakan pengembangan pembangunan dan ekonominya! Karena, para nelayan efektif melaut hanya dua puluh hari saja. Pengembangan ekonomi daratan pesisir berupa pengembangan budidaya ikana air tawar dan air payau harus dilakukan! Misal, budidaya bandeng, udang air payau. Pengembangan teknologi sederhana sangat diperlukan, agar petani nelayan dapat mengusahakannya.

Dahuri (2001) menjelaskan, bahwa pada hakekatnya terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi pentingnya pengelolaan wilayah pesisir, yaitu (1) wilayah pesisir merupakan salah satu kawasan yang memiliki produktivitas hayati yang tinggi, (2) wilayah pesisir memiliki potensi keindahan dan kenyamanan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, (3) karena tingkat kepadatan penduduk dan intensitas pembangunan yang tinggi di wilayah pesisir, maka wilayah pesisir pada umumnya mengalami tekanan lingkungan, dan (4) wilayah pesisir biasanya merupakan sumberdaya milik bersama (common property resources), sehingga open access (siapa saja boleh memanfaatkan wilayah ini untuk berbagai kepentingan). salam

banner 728x250